Sabtu, 23 Maret 2013

ILMU TANAH DAN GEOGRAFI TANAH


Analisis Perbedaan antara Ilmu Tanah dan Geografi Tanah
ILMU TANAH
1.      Ilmu Tanah mempelajari tanah pada suatu wilayah kecil saja
Ilmu tanah mempelajari tanah pada satu wilayah kecil saja, menyangkut apa yang ada di dalam tanah itu dan interaksinya dengan lingkungan dan makhluk hidup. Misalnya, di dalam tanah suatu wilayah yang telah ditetukan, terdapat kandungan undusr hara tertentu dan didiami oleh serangga tertentu yang terkait dengan vegetasi yang ada di atasnya. Selain itu juga dalam ilmu tanah dipelajari sifat fisik dan kimia tanah. Sifat fisik tanah misalnya kelembaban, porositas, dan sebagainya. Sifat kimia tanah misalnya pH tanah, kandungan kimia terikat dan terlarut, dan sebagainya.
2.      Ilmu Tanah mempelajari menyangkut apa yang ada di dalam tanah itu dan interaksinya dengan lingkungan dan makhluk hidup
Jadi  di dalam Ilmu Tanah kita juga mempelajari apa saja yang terdapat di dalam tanah dan bagaimana interaksinya dengan lingkungan dan makhluk hidup.  berdasarkan komposisinya, tanah merupakan tempat hidup yang paling ideal bagi  mikroorganisme karena mengandung bahan organik,anorganik dan mineral yang berlimpah.Setiap elemen tanah memiliki jenis, populasi dan sifat genetik yang berbeda. Keanekaragaman mikroorganisme pada tanah tersebut  bisa terdiri dari : Bakteri, Algae, Cendawan, Protozoa, Amuba, Actinomycetes dsb.
            Intervensi manusia terhadap lingkungan adalah suatu aksi terhadap proses interaksi dan akan menimbulkan reaksi dari lingkungan dan komponennya. Reaksi negatif akan menimbulkan permasalahan lingkungan maupun air tanah.
Permasalahan lingkungan yang timbul antara lain perubahan cuaca, morfologi, tata guna lahan, tetumbuhan, sementara di sisi air tanah adalah penurunan muka air, mutu, intrusi air laut, dan amblesan tanah. Permasalahan pada sisi lingkungan dan sisi air tanah berinteraksi dan menimbulkan efek spiral penurunan, yang perlu dihentikan dengan intervensi positif manusia berupa upaya-upaya untuk merestorasi atau bahkan meningkatkan kualitas lingkungan serta jumlah dan mutu air tanah.
3.      Ilmu Tanah mempelajari sifat fisik tanah.
Beberapa Sifat Fisik Tanah antara lain :
a.       Tekstur dan struktur tanah :   Tekstur tanah berkaitan dengan kemampuan tanah untuk menahan air dan juga reaksi kimia tanah. Sedangkan struktur tanah Struktur tanah merupakan gumpalan kecil dari butir-butir tanah.
b.      Konsistensi tanah : daya kohesi dan adhesi diantara partikel-partikel tanah dan ketahanan (resistensi) massa tanah tersebut terhadap perubahan bentuk oleh tekanan atau berbagai kekuatan yang dapat mempengaruhi. Konsistensi tanah ditentukan oleh tekstur dan struktur tanah.
c.       Temperataur tanah : salah satu sifat fisika tanah yang sangat berpengaruh terhadap proses-proses dalam tanah, seperti pelapukan dan penguraian bahan organik dan bahan induk tanah, reaksi-reaksi kimia , dll. Juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman melalui perubahan kelembaban tanah, aerase, aktiivitas mikroorganisme, ketersediaan unsur hara, dll.
d.      Warna tanah : Warna tanah adalah salah satu sifat tanah yang dengan mudah dapat dilihatdan dapat menunjukkan terutama sifat fisiknya. Warna tanah merupakan campuran dari komponen-komponen warna lain yang terjadi oleh pengaruh berbagai faktor atau senyawa tunggal atau bersama yang memberikan jenis warnatertentu.
e.      Premeabilitas, porositas, dan drainase : premeabilitas adalah menunjukkan kemampuan tanah meloloskan air. Tanah dengan permeabilitas tinggi dapat menaikkan laju infiltrasi sehingga menurunkan laju air larian. Porositas atau ruang pori adalah rongga antar tanah yang biasanya diisi air atau udara. Pori sangat menentukan sekali dalam permeabilitas tanah, semakin besar pori dalam tanah tersebut, maka semakin cepat pula permeabilitas tanah tersebut. Sedangkan drainase adalah proses menghilangnya air yang berlebihan secepat mungkin dari profit tanah, terutama dari lapisan permukaan dan subsoil bagian atas.
4.      Ilmu Tanah mempelajari sifat kimia tanah.
Beberapa sifat kimia tanah antara lain:
Derajat Kemasaman Tanah (pH)
Reaksi tanah menunjukkan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan nilai pH. Nilai pH menunjukkan banyaknya konsentrasi ion hidrogen (H+) di dalam tanah. Makin tinggi kadar ion H+ didalam tanah, semakin masam tanah tersebut
.
C-Organik
Kandungan bahan organik dalam tanah merupakan salah satu faktor yang berperan dalam menentukan keberhasilan suatu budidaya pertanian. Hal ini dikarenakan bahan organik dapat meningkatkan kesuburan kimia, fisika maupun biologi tanah. Penetapan kandungan bahan organik dilakukan berdasarkan jumlah C-Organik (Anonim 1991).
N-Total
Nitrogen merupakan unsur hara makro esensial, menyusun sekitar 1,5 % bobot tanaman dan berfungsi terutama dalam pembentukan protein (Hanafiah 2005).
P-Bray
Unsur Fosfor (P) dalam tanah berasal dari bahan organik, pupuk buatan dan mineral-mineral di dalam tanah. Fosfor paling mudah diserap oleh tanaman pada pH sekitar 6-7 (Hardjowigeno 2003).
 Menurut Foth (1994) jika kekurangan fosfor, pembelahan sel pada tanaman terhambat dan pertumbuhannya kerdil.
Kalium (K)
Kalium merupakan unsur hara ketiga setelah Nitrogen dan Fosfor yang diserap oleh tanaman dalam bentuk ion K+. Muatan positif dari Kalium akan membantu menetralisir muatan listrik yang disebabkan oleh muatan negatif Nitrat, Fosfat, atau unsur lainnya. Hakim et al. (1986), menyatakan bahwa ketersediaan Kalium merupakan Kalium yang dapat dipertukarkan dan dapat diserap tanaman yang tergantung penambahan dari luar, fiksasi oleh tanahnya sendiri dan adanya penambahan dari kaliumnya sendiri.
Kalium tanah terbentuk dari pelapukan batuan dan mineral-mineral yang mengandung kalium. Melalui proses dekomposisi bahan tanaman dan jasad renik maka kalium akan larut dan kembali ke tanah. Selanjutnya sebagian besar kalium tanah yang larut akan tercuci atau tererosi dan proses kehilangan ini akan dipercepat lagi oleh serapan tanaman dan jasad renik.
Natrium (Na)
Natrium merupakan unsur penyusun lithosfer keenam setelah Ca yaitu 2,75% yang berperan penting dalam menentukan karakteristik tanah dan pertumbuhan tanaman terutama di daerah kering dan agak kering yang berdekatan dengan pantai, karena tingginya kadar Na di laut, suatu tanah disebut tanah alkali jika KTK atau muatan negatif koloid-koloidnya dijenuhi oleh ≥ 15% Na, yang mencerminkan unsur ini merupakan komponen dominan dari garam-garam larut yang ada. Pada tanah-tanah ini, mineral sumber utamanya adalah halit (NaCl). Kelompok tanah alkalin ini disebut tanah halomorfik, yang umumnya terbentuk di daerah pesisir pantai iklim kering dan berdrainase buruk. Sebagaimana unsur mikro, Na juga bersifat toksik bagi tanaman jika terdapat dalam tanah dalam jumlah yang sedikit berlebihan (Hanafiah, 2005).
Kalsium (Ca)
Kalsium tergolong dalam unsur-unsur mineral essensial sekunder seperti Magnesium dan Belerang. Ca2+ dalam larutan dapat habis karena diserap tanaman, diambil jasad renik, terikat oleh kompleks adsorpsi tanah, mengendap kembali sebagai endapan-endapan sekunder dan tercuci (Leiwakabessy 1988). Adapun manfaat dari kalsium adalah mengaktifkan pembentukan bulu-bulu akar dan biji serta menguatkan batang dan membantu keberhasilan penyerbukan, membantu pemecahan sel, membantu aktivitas beberapa enzim (RAM 2007).
Magnesium (Mg)
Magnesium merupakan unsur pembentuk klorofil. Seperti halnya dengan beberapa hara lainnya, kekurangan magnesium mengakibatkan perubahan warna yang khas pada daun. Kadang-kadang pengguguran daun sebelum waktunya merupakan akibat dari kekurangan magnesium (Hanafiah 2005).
Kapasitas Tukar Kation (KTK)
Kapasitas tukar kation (KTK) merupakan sifat kimia yang sangat erat hubungannya dengan kesuburan tanah. Tanah-tanah dengan kandungan bahan organik atau kadar liat tinggi mempunyai KTK lebih tinggi daripada tanah-tanah dengan kandungan bahan organik rendah atau tanah-tanah berpasir (Hardjowogeno 2003).
Soepardi (1983) mengemukakan kapasitas tukar kation tanah sangat beragam, karena jumlah humus dan liat serta macam liat yang dijumpai dalam tanah berbeda-beda pula.
Kejenuhan Basa (KB)
Kejenuhan basa adalah perbandingan dari jumlah kation basa yang ditukarkan dengan kapasitas tukar kation yang dinyatakan dalam persen. Kejenuhan basa rendah berarti tanah kemasaman tinggi dan kejenuhan basa mendekati 100% tanah bersifal alkalis
(Anonim 1991).
Kejenuhan basa selalu dihubungkan sebagai petunjuk mengenai kesuburan sesuatu tanah.
GEOGRAFI TANAH
1.      Menelaah tanah dan sudut pandang geografi
Ada  3 sudut pandang geografi yaitu sudut pandang keruangan, sudut pandang kelingkungan dan sudut pandang kewilayahan. Dalam geografi tanah juga dipelajari tentang bagaimana menelaah tanah berdasarkan sudut pandang tersebut. Berdasarkan sudut pandang keruangan tanah yang subur terletak pada bagian yang terdapat banyak unsur haranya, air yang mencukupi, dan terdapatnya pasokan udara di dalam tanah. Selain itu  berdasarkan sudut pandang kelingkungan tanah dihubungkan dengan tempat dan juga komponen-komponennya, tanah merupakan tempat bagi tumbuhan yang merupakan faktor biotik. Dan yang terakhir tanah dihubungkan dengan sudut pandang kewilayahan, jadi antar wilayah tanah memiliki karakteristik yang berbeda-beda, misalnya wilayah gurun dan wilayah gunung berapi.
       2.   Cakupan sangat luas
Berbeda  dengan ilmu tanah, geografi tanah memiliki cakupan yang sangat luas.
menyangkut karakteristik tanah dalam cakupan pulau, negara, maupun benua (secara spatial). Tanah yang dipelajari terkait iklim dan cuaca setempat, serta budaya dan adat istiadat warga setempat dalam memanfaatkan tanah tersebut.
3.      Menyangkut karakteristik tanah dalam cakupan pulau, negara, maupun benua
Dalam geografi tanah dipelajari karakteristik tanah dalam cakupan pulau, negara maupun benua. Tanah antara masing-masing pulau, negara maupun benua memiliki karakteristik yang berbeda itu semua di sebabkan oleh adanya perbedaan vegetasi, serta perbedaan garis lintang suatu tempat. karekteristik Tanah antar daerah/pulau berbeda beda, inilah yang dipelajari dalam geografi tanah. Bahkan geografi tanah mempelajari perbedaan karakteristik tanah yang lebih luas mencakup negara maupun benua, misalnya karakteristik tanah antara benua afrika dan benua Asia berbeda. Tanah afrika yang sebagian besar merupakan tanah gurun yang tidak subur, dan beriklim panas dengan tumbuhan kerdil yang tidak cukup heterogen, berbeda dengan tanah asia yang tanahnya cukup subur dan tumbuhannya pun cukup heterogen.

4.      Tanah yang dipelajari terkait iklim dan cuaca setempat, serta adat istiadat warga setempat dalam memanfaatkan tanah tersebut.
Dalam  Geografi tanah dipelajari juga tentang tanah yang berkaitan dengan iklim dan juga cuaca setempat, serta bagaimana adat istiadat warga setempat dalam memanfaatkan tanah tersebut agar tetap potensial.
5.       Adanya hubungan timbal balik manusia dengan alam
Geografi  merupakan studi yang mempelajari fenomena alam dan manusia dan keterkaitan keduanya di permukaan bumi dengan menggunakan pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Dalam pengertian itu beberapa aspek yang esensial, yaitu (1) adanya hubungan timbal balik antara unsur alam dan manusia (reciprocal). (2) Hubungan itu dapat bersifat interelatif, interaktif, dan intergratif sesuai dengan konteksnya. (3) cara memadang hubungan itu berisifat keruangan.
6.      Membuat pemetaan persebaran
Tujuan Geografi Tanah adalah untuk mencatat (record) dan menjelaskan genesis, perkembangan, sifat-sifat dan agihan tanah-tanah pada permukaan bumi yang diwujudkan dalam peta tanah.

TUGAS GEOGRAFI TANAH
NAMA        :         Nur Humairoh
NPM           :         1213034054
PRODI        :         Pendidikan Geografi       


 



FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
UNIVERSITAS LAMPUNG
2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar